Muda Berkarya, Tua gak sia-sia

Sunday, May 17, 2015

Kenangan Masa SMA 2015

No comments
Masa SMA adalah masa yang menyenangkan, dimana para siswa-siswi sedang bergejolak, mencari jati dirinya masing-masing. Maklumlah, menuju dewasa itu memang banyak pergolakan dalam batin.
Dulu aku bersekolah di SMA 1 Serang. Letaknya ada di jalan ahmad yani no. 29.
Bangunannya memanjang dan setiap ruang kelas tingginya sekitar 5 meter atau lebih. Sebagian ruangannya dicat biru tipis dengan tekstur semen yang tidak sempurna. Ada juga ruang kelas dengan cat dinding warna kuning, dengan ubin model lama dan jeruji2 pengganti jendela yang menggantung di sepanjang alur dinding kelas, berkarat dan bersarangkan rumah-rumah laba-laba. Tapi itu semua adalah kelas dari bangunan yang lama. Saat aku masuk SMA ini, sudah ada bangunan baru yang letaknya di seberang bangunan lama. Dan pembangunan terus berlanjut, mengganti model bangunan yang lama dengan model bangunan yang baru.
Di tengah SMA ku terdapat lapangan serbaguna yang biasa digunakan untuk basket, upacara, voli, futsal, pentas musik, dan sebagainya. Di ujung lapangan ini ada juga dua patung siswa yang kami sebut sebagai patung homo. Memang patung ini tidak mencirikan betul apa yang disebut dengan homo, tapi daripada menyebut patung ini dengan sebutan patung ayo semangat belajar, maka patung homo lebih enak di telinga dan tidak terlalu banyak suku kata yang harus diucapkan.
Jumlah kelas di SMA ku ada sekitar 27 kelas. Kelas 1 dibagi menjadi 1.1 sampai 1.9, begitu pun dengan kelas 2. dari 2.1 sampai 2.9. Barulah saat memasuki tahun ketiga, ada penjurusan, menjadi program IPA atau IPS. 5 kelas IPA dan 4 kelas IPS. Saat jamanku, kelas 1 mendapat shift masuk siang dan kelas 2 dan 3 masuk di pagi hari. Memang saat itu jumlah kelas tidak mencukupi jumlah kelas yang ada. Tapi saat tulisan ini kutulis, bahkan sudah dua lantai SMA ku itu.
Kantin juga ada di SMA ku ini. Posisinya berpindah-pindah. Pernah suatu kali di belakang dekat mushalla, pernah di kelas kosong di belakang patung homo yang tidak terpakai, dan pernah pula di depan, dekat dengan tukang batagor dan siomay. Kantin ini lengkap dengan segala jajanan murah meriah yang disukai para siswa. Mulai dari pisang dibalur cokelat dan digoreng (namanya piscok), gorngan-gorengan yang dapat dinikmati dengan kuah kacang, indomie, segala jenis es, sampai kegemaran kelas kami (kelas 3 Ipa 2), yaitu pilus garuda. Rasanya kalau belum makan pilus garuda, belajar jadi tidak semangat dan selalu mengantuk di kelas (Halah, alasan!!)
Guru-guru di SMA ini berkualitas. Tapi ada juga beberapa guru yang unik. Biar kuceritakan beberapa.
1. Pak Edi matematika. Guru dengan postur tubuh besar dan berkulit cokelat tua ini salah satu hobinya adalah bersepeda. Hobi lainnya adalah menghukum anak muridnya. Aku pernah jadi korbannya. Sial..
Ceritanya saat itu, aku sedang duduk di bangku kelas 2.1. Jam pertama adalah matematika dan sebenarnya adalah hal yang tabu untuk main-main di kelas si “mister gigi depan ompong ini”. Aku tengah mengobrol dengan teman yang duduk di belakangku. Kemudian pak Edi masuk dan duduk di depan kelas. Kemudian aku masih mengobrol dengan teman di belakangku. Kemudian seisi kelas hening. Kemudian aku masih mengobrol dengan teman di belakangku. Kemudian teman di belakangku diam. Kemudian aku masih saja berkata-kata kepada teman di belakangku yang sudah hening itu.
Dan tiba-tiba ada suara menggelegar di dalam kelas 2.1 itu,
“Tong (Panggilan Sunda)!!!!”
Maju kamu tong!!”
Telingaku terasa disambar dan lalu kubalikkan badan untuk melihat apa yang terjadi. Kemudian kurasakan sorot matanya di atas kumisnya yang lebat bagai hutan rimba itu menelusukdi antara sela-sela rambutku dan mengunci mataku yang memang saat itu bingung.
Lah, nih guru napa ngeliatin gw sih?
…………
…………
…………
*lalu sadar* Lah, gw yang tadi dipanggil tong sama dia?
Kampret, salah apaan gw?
Vonis telah dijatuhkan dan aku harus maju ke depan untuk mendapatkan hadiah dari pak Edi si kumis lebat gigi ompong (PESKLGO). Untungnya berdua dengan teman sebelahku yang saat itu juga sedang mengobrol. hehehe… i had a friend.
Di depan kelas, PESKLGO memarahi kami dan menceramahi berbagai hal. Entah apa persisnya kata2nya waktu itu tapi yang kuingat cuma perintahnya untuk memberinya 20 push ups (Kalau tidak salah). Untung saja push ups adalah sarapan ku setiap hari dan setiap menjelang tidur, setiap sehabis wudlu dan sebelum mandi, sehingga 20 push ups belum berarti apa-apa (Preet!!).
Setelah itu kami disuruh duduk. Tangan panas, hati panas kawan. Jika aku bertemu guru in di jalan, hanya dua hal yang mungkin kulakukan:
menabraknya dengan aku ada di atas sepeda motor atau menabraknya dengan aku ada di dalam mobil. (haha… becanda)
2. Pak Tifan si guru Kimia. Guru ini pintar. Saking pintarnya, aku dan beberapa teman berniat jika nanti menemukan suatu unsur baru, kami akan menamainya tifanium (Untuk mengabadikan guru kami yang satu ini). Orangnya berperawakan tinggi dan kurus, dengan kumis tipis yang panjang menggantung, mirip seperti kumis Tukul. Rambutnya pun tipis, melintang dari ujung kepalanya ke samping. Warnanya tidak hitam. Tidak juga pun putih. Usianya sekitar 35 atau 36. Masih muda. Tapi rewel.
Hahaha…. Itulah satu hal yang lucu dari beliau. Sering sekali ia menyindir murid2nya. Kalau kami tidak tahu, lalu disindir olehnya. “Makanya, belajar, jangan main aja.” Katanya. “Makanya, pulang sekolah itu jangan kerjanya nongkrong-nongkrong.”
Kalau ada azan sedang berkumandang, kena lagi kami. “Kalau ada azan itu dijawab dong.” Sindirnya lagi.
yah, dasar pak Tifanium. Tapi karena beliau lah aku menyukai pelajaran kimia. Dibandingkan fisika yang asem itu, maka kimia jauh lebih asik dipelajari.
3. Pak Agus guru Sejarah. Guru yang satu ini berbadan besar dan memakai kacamata. Dagunya sedikit mengkotak dengan bulu-bulu yang tersebar dari ujung telinga ke ujung telinga satunya. Wajahnya persis sekali dengan teman ku, Ajong. Tidak jarang kami memanggilanya bapaknya Ajong. wkwkwkw…
Yang lucu dari guruku ini adalah bahwa jika ia mengajar, sering sekali matanya tidak melihat ke arah murid-muridnya, melainkan ke arah atas memandangi langit-langit. Kami pun kadang-kadang heran,
ada apa sih di atas sana?
Jadinya ya bingung. Mau memperhatikan guru ini, tapi kami harus melihat ke atas juga untuk ikut larut dalam ceritanya. Seolah-olah pak Agus sedang melihat contekannya di atas sana.
——————————–
Selain guru-guru yang lucu, siswa-siswa SMA 1 juga memiliki keanehan-keanehannya tersendiri. Misalnya saja kelas 3 IPA 2. Kelas ini dijuluki “IPS-nya IPA” oleh teman-teman kelas IPA lainnya.
Bagaimana tidak, stigma IPA biasanya erat sekali dengan belajar, sedangkan IPS, mohon maaf, tidak.
Kelas 3 IPA 2 ini spesial. Beberapa cerita di antaranya adalah:
1. Murid-muridnya sering sekali datang pagi. Kenapa? Karena dua alasan utama. Pertama, karena sistem penempatan bangku adalah siapa cepat, dia dapat. Angkat pantat, hilang tempat. Tentu saja, tempat strategis bagi murid 3IPA2 adalah di mana saja, asal bukan di depan. Tempat favoritku bersama teman2ku adalah sudut kanan belakang.
Alasan kedua adalah bahwa dengan datang pagi, kami bisa bermain kartu poker. Ya, mungkin tidak semua yang datang pagi tujuannya adalah main kartu poker, tapi khususnya bagiku dan Wulan, main poker itu asik.
Sedikit kuceritakan kawan, kebiasaan poker ini kumulai sejak kelas 2.1. Bahkan istirahat siang tak bisa mengganggu kami saat bermain poker. Beli makan saja kami titipkan pada teman yang tidak bermain ataupun yang kalah bermain. Setiap meja permainan sudah ditongkrongi oleh calon-calon pemain lainnya. Seperti orang gila saat itu.
Alasan lainnya adalah bahwa dengan datang pagi, kami bisa mengerjakan tugas PR, jika seandainya ada tugas PR.
2. Di SMA 1 Serang selalu ada yang namanya SMUNSA CUP, yaitu kejuaraan sepak bola yang diadakan tiap tahun. Acara SMUNSA CUP selalu dibuka dengan kontingen-kontingen kelas, berkumpul di lapangan dan berbaris rapi saat pihak sekolah membuka acara ini. Nah, salah satu syarat utama untuk mengikuti pembukaan ini adalah mempunyai kostum. Selain meninggikan harkat dan martabat, dengan memiliki kostum kami dapat menyombongkan diri.
Tapi untuk 3IPA2, dengan segala keanehan yang ia punya, memutuskan untuk tidak memakai kostum hasil buatan orang. Aku kurang tahu alasannya mengapa, tapi yang jelas, saat itu kami memakai kaos putih yang diwarnai dengan pylox. Bayangkan betapa freak-nya kami. Bayangkan, kaos dalam putih dan di-pylox. Yang kuingat saat itu hanyalah hinaan dari teman2 kelas lainnya.
3. Mawas, James, Didin, Nube, Si Om, Aku, Ajong, Asep, Ucok, Adam, Reza, opil, dan beberapa orang lainnya yang tidak perlu kuucapkan di sini. Satu kata yang mewakili kami semua. Kereeen. Oke, kuceritakan beberapa.
Didin. Nama yang umum dipakai orang. Temanku yang satu ini adalah salah satu penggemar paling fanatik dari pilus garuda. Tingkat humornya sudah mencapai level dewa, sama seperti aku, james, mawas, dan orang-orang lainnya. Meskipun senang sekali main-main, kuberitahu, anak ini pandai sekali matematika. Bahkan ia bisa disaingkan dengan madonna pelajaran di kelasku, Trias. Beruntung punya teman seperti Didin.
James. Dia orang batak, sama sepertiku. Badannya besar dan berkulit cokelat. Dari semua orang yang kukenal di SMA ini, brader yang satu ini adalah rajanya pelawak. Tak bisa kuceritakan di sini, tapi itu benar adanya kawan.
Dia punya adik di SMA ini. hahaha… sebenarnya bukan adik kandung, tapi wajah mereka mirip sekali. Pernah satu kali adiknya james ini datang ke kelas saat pelajaran berlangsung dan kami langsung mengatai teman kami yang satu ini.
Ucok. Nama aslinya Christian Simatupang. Ia pun orang batak. Aneh. Udah, cukup satu kata itu saja.
Asep. Nah, pemuda gembul padat ini adalah salah satu pria romantis di kelasku. Ia punya pacar di SMA ini dan suatu kali mereka putus, dan Asep tak henti-hentinya membicarakan gadis itu. Namun akhirnya mereka akur lagi.
Selain itu, di depan SMA ku ini ada beberapa tempat sampah yang berbentuk segitiiga, dan entah karena suatu alasan yang tidak bisa kujelaskan (silakan tanya James kenapa), tempat sampah itu kami sebut sebagai rumahnya asep. Jadi, setiap kami lewat di sebelah tempat sampah itu, kami selalu mengetuk tempat sampah itu dan memanggil Asep.
“Aseeep, main yuk!!” Lo kata rumahnya di tempat sampah apa??
Nube. Nama aslinya adalah Ramanadi. Di panggil nube karena ia adalah seorang yang kidal. Cerita yang lucu tentang nube adalah bahwa ia, dikabarkan memiliki ukuran burung yang amat besar. Saking besarnya, setiap kami di kelas, James selalu mengingatkan hati-hati kalau berjalan, karena bisa-bisa tersandung burungnya Nube. Gile aje lo!! Gede amat??
Adam. Nah, temanku yang satu ini juga sekarang sama sepertiku, sedang mengambil ilmu kedokteran. Dulu, adam itu lebih sering duduk sama Reza. Mungkin dulu adam dianggap aneh, sampai-sampai tidak ada yang mau duduk sama adam (maaf ya dam). Kalau misalnya ada yang telat, pilihannya hanya dua. Duduk di depan atau bareng adam di sudut belakang kiri kelas. Pilihannya cukup mudah. Tentu kami akan duduk di depan. hehehe…
Aku. Haha… cukup banyak kebodohan yang pernah kulakukan saat SMA. Salah satunya begini. Saat upacara senin pagi, diperbolehkan 2 orang untuk menjaga kelas. Nah, saat itu kelasku berada di lantai 2 dan menghadap langsung ke lapangan. Upacara saat itu sudah dimulai dan bodohnya ada tiga orang di kelas. Aku, James, dan Didin. Mau tidak mau, harus ada satu orang yang keluar. Benar saja, ada guru yang mengecek ke atas dan harus ada tumbalnya. Akulah tumbalnya.
Gila, malu gila harus keluar kelas, di tengah upacara yang tengah berlangsung, dan pastinya diliatin semua penghuni SMA. Tapi mau dikata apa, pak guru menggiringku ke bawah dan akibatnya seluruh siswa memandangiku. Acara giring-menggiring ini belum seberapa dibandingkan apa yang kulakukan selanjutnya, suatu hal yang kuakui merupakan kebodohan terbesarku. Namun, tidak akan kuceritakan lebih lanjut. Yang jelas lebih malu daripada digiring keluar kelas.
hehehe…
——————————-
Masih banyak cerita lucu di SMA ku ini. Tidak perlu kuceritakan semua, meskipun di post yang berbeda aku mungkin saja menambahkan beberapa cerita lucu lainnya dari SMA ku dan para penghuni di dalamnya ini. Misalnya saja insiden kehilangan HP yang membuat gempar kelasku, tentang ketoprak goceng, dan hal lainnya.
Kurasa kalian pun punya cerita SMA juga yang bisa dituangkan dalam tulisan.
Sampai bertemu di post tulisan ku yang berikutnya.

0 comments:

Entries RSS Comments RSS

Total Pageviews

Translate


Copyright © Kreasi Masa Muda
Powered by Blogger
Distributed By Free Blogger Templates | Design by N.Design Studio
Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com